Allow DHCP Dan DNS MikroTik

Dari Kicap Karan Wiki
Revisi sejak 27 Desember 2025 01.03 oleh Kicap (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '== Pengenalan == Dalam jaringan homelab dan jaringan desa, DHCP dan DNS adalah layanan dasar yang harus berjalan lancar. DHCP memberikan alamat IP otomatis kepada perangkat, sedangkan DNS menerjemahkan nama domain ke alamat IP. Tanpa pengaturan firewall yang tepat, layanan ini bisa terganggu. == Pentingnya Mengizinkan DHCP dan DNS == === DHCP (UDP port 67, 68) === * Memungkinkan perangkat mendapatkan IP otomatis * Port 67 → Server DHCP * Port 68 → Client D...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Pengenalan

Dalam jaringan homelab dan jaringan desa, DHCP dan DNS adalah layanan dasar yang harus berjalan lancar. DHCP memberikan alamat IP otomatis kepada perangkat, sedangkan DNS menerjemahkan nama domain ke alamat IP. Tanpa pengaturan firewall yang tepat, layanan ini bisa terganggu.

Pentingnya Mengizinkan DHCP dan DNS

DHCP (UDP port 67, 68)

  • Memungkinkan perangkat mendapatkan IP otomatis
  • Port 67 → Server DHCP
  • Port 68 → Client DHCP

Konsekuensi jika diblokir:

  • Perangkat tidak mendapat IP otomatis
  • Koneksi ke jaringan internal terganggu
  • Layanan internal tidak dapat diakses

DNS (UDP/TCP port 53)

  • Memungkinkan perangkat melakukan resolve nama domain
  • UDP 53 → Query standar
  • TCP 53 → Transfer zone besar / fallback query

Konsekuensi jika diblokir:

  • Client tidak bisa mengakses internet berbasis domain
  • Layanan berbasis DNS (HTTPS, SMTP, cloud) gagal

Studi Kasus Jaringan

Interface dan segmen:

  • ether1 : ISP / Internet
  • ether2 : Server DHCP / DNS
  • ether3 : Client PPPoE
  • ether4 : CCTV
  • ether5 : Access Point / User

Target konfigurasi:

  • Semua client boleh request IP dari DHCP server
  • Semua client boleh resolve domain melalui DNS server
  • Firewall tetap aman dari trafik tidak sah

Implementasi Firewall

Allow DHCP (UDP port 67-68)

/ip firewall filter add \
    chain=input \
    protocol=udp \
    dst-port=67-68 \
    action=accept \
    comment="Allow DHCP request and reply"

Allow DNS UDP (port 53)

/ip firewall filter add \
    chain=input \
    protocol=udp \
    dst-port=53 \
    action=accept \
    comment="Allow DNS UDP queries"

Allow DNS TCP (port 53)

/ip firewall filter add \
    chain=input \
    protocol=tcp \
    dst-port=53 \
    action=accept \
    comment="Allow DNS TCP queries"

Urutan Rule Firewall

1. Allow established, related 2. Allow trusted 3. Allow DHCP dan DNS 4. Drop all other input

Pentingnya urutan:

  • Menjamin DHCP/DNS tetap berfungsi
  • Mencegah trafik tidak sah mengakses router

Hasil Implementasi

  • Client mendapatkan IP otomatis
  • Client dapat resolve domain dengan benar
  • Layanan jaringan internal dan internet berjalan normal
  • Router tetap terlindungi dari trafik tidak sah

Kesimpulan

Mengizinkan DHCP dan DNS di firewall adalah langkah fundamental untuk stabilitas jaringan. Tanpa ini, perangkat dan layanan akan mengalami gangguan serius. Implementasi yang tepat membuat jaringan homelab dan jaringan desa lebih aman, stabil, dan andal.