Urutan Dasar Konfigurasi IP dan DHCP di MikroTik

Dari Kicap Karan Wiki
Revisi sejak 30 Desember 2025 02.11 oleh Kicap (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '== Pendahuluan == Saat mengajar MikroTik, sering kali guru atau praktisi '''sudah memahami tujuan akhir konfigurasi''', namun lupa bahwa murid '''belum memiliki alur berpikir yang sama'''. Pengalaman yang sering terjadi: * Konfigurasi berhasil * Internet berjalan normal * Penjelasan terasa meloncat-loncat * Murid kesulitan mengikuti langkah Setelah dievaluasi, masalah utamanya '''bukan pada MikroTik''', melainkan pada '''urutan berpikir dan urutan konfigurasi...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Pendahuluan

Saat mengajar MikroTik, sering kali guru atau praktisi sudah memahami tujuan akhir konfigurasi, namun lupa bahwa murid belum memiliki alur berpikir yang sama.

Pengalaman yang sering terjadi:

  • Konfigurasi berhasil
  • Internet berjalan normal
  • Penjelasan terasa meloncat-loncat
  • Murid kesulitan mengikuti langkah

Setelah dievaluasi, masalah utamanya bukan pada MikroTik, melainkan pada urutan berpikir dan urutan konfigurasi.

Dokumentasi ini menjelaskan urutan paling dasar dan paling logis dalam mengatur IP Address dan DHCP Server di MikroTik, khususnya untuk kebutuhan pembelajaran.

---

Konsep Dasar yang Harus Dipahami

Sebelum melakukan konfigurasi di Winbox, murid perlu memahami satu konsep penting:

DHCP Server adalah layanan,
dan setiap layanan membutuhkan IP Address terlebih dahulu.

Implikasinya:

  • Router tidak dapat memberikan IP kepada client
  • Jika router belum memiliki IP Address

Dari konsep ini, seluruh proses konfigurasi akan menjadi logis dan mudah dipahami.

---

Urutan Konfigurasi yang Benar

1. IP → Addresses

Router harus memiliki IP terlebih dahulu

Langkah konfigurasi:

  1. Masuk ke menu IP → Addresses
  1. Tambahkan IP Address pada interface LAN (contoh: ether2)

Contoh konfigurasi:

  • Address : 192.168.10.1/24
  • Interface : ether2

Penjelasan:

  • IP ini berfungsi sebagai gateway
  • Menjadi identitas router di jaringan LAN
  • Tanpa IP Address, router tidak dapat berkomunikasi dengan client

Kalimat sederhana untuk murid:

Jika router tidak punya IP,
maka router tidak bisa melayani perangkat lain.

---

2. IP → DHCP Server

Router kini dapat memberikan IP kepada client

Setelah IP Address tersedia, lakukan:

  1. Masuk ke IP → DHCP Server
  1. Pilih DHCP Setup
  1. Pilih interface LAN (ether2)
  1. Klik Next hingga proses selesai

Secara otomatis MikroTik akan membuat:

  • IP Pool
  • DHCP Network
  • Gateway
  • DNS

Catatan penting:

  • DHCP tidak membuat jaringan
  • DHCP menggunakan jaringan yang sudah ada

Kalimat kunci:

DHCP Server bekerja di atas IP Address,
bukan sebaliknya.

---

3. Client Mendapatkan IP

Bukti konfigurasi berhasil

Langkah verifikasi:

  • Hubungkan PC, laptop, atau smartphone
  • Client mendapatkan IP 192.168.10.x
  • Gateway menunjuk ke 192.168.10.1
  • Client dapat melakukan ping ke router
  • Client dapat mengakses internet (jika NAT telah dikonfigurasi)

Tahap ini penting karena:

  • Murid melihat hasil nyata
  • Konsep teori berubah menjadi pengalaman praktik

---

Mengapa Tidak Langsung DHCP Terlebih Dahulu?

Kesalahan umum pemula:

  • Menjalankan DHCP Setup terlebih dahulu
  • Baru menambahkan IP Address secara manual setelahnya

Alasannya:

  • MikroTik tidak menebak IP gateway
  • RouterOS mengharuskan administrator memahami apa yang sedang dibuat

Ini bukan kelemahan MikroTik, melainkan keunggulan desain RouterOS.

---

Urutan Emas untuk Pembelajaran

Disarankan untuk dituliskan di papan tulis sebelum praktik:

IP → Addresses
Router needs an IP first

IP → DHCP Server
Now router can give IP to clients

Client gets IP
Proof it works

Urutan ini:

  • Logis
  • Tenang
  • Mudah diikuti
  • Sangat cocok untuk pemula

---

Penutup

Sebagai pengajar maupun praktisi:

  • Kita sering memahami hasil akhir
  • Namun murid membutuhkan alur sebab–akibat yang jelas

Dengan urutan konfigurasi yang benar:

  • Penjelasan menjadi rapi
  • Murid lebih cepat memahami konsep
  • Proses belajar lebih tenang
  • Guru tidak perlu panik

Sering kali, bukan ilmunya yang salah, melainkan cara menyusunnya.