Urutan Dasar Konfigurasi IP dan DHCP di MikroTik
Pendahuluan
Saat mengajar MikroTik, sering kali guru atau praktisi sudah memahami tujuan akhir konfigurasi, namun lupa bahwa murid belum memiliki alur berpikir yang sama.
Pengalaman yang sering terjadi:
- Konfigurasi berhasil
- Internet berjalan normal
- Penjelasan terasa meloncat-loncat
- Murid kesulitan mengikuti langkah
Setelah dievaluasi, masalah utamanya bukan pada MikroTik, melainkan pada urutan berpikir dan urutan konfigurasi.
Dokumentasi ini menjelaskan urutan paling dasar dan paling logis dalam mengatur IP Address dan DHCP Server di MikroTik, khususnya untuk kebutuhan pembelajaran.
---
Konsep Dasar yang Harus Dipahami
Sebelum melakukan konfigurasi di Winbox, murid perlu memahami satu konsep penting:
DHCP Server adalah layanan, dan setiap layanan membutuhkan IP Address terlebih dahulu.
Implikasinya:
- Router tidak dapat memberikan IP kepada client
- Jika router belum memiliki IP Address
Dari konsep ini, seluruh proses konfigurasi akan menjadi logis dan mudah dipahami.
---
Urutan Konfigurasi yang Benar
1. IP → Addresses
Router harus memiliki IP terlebih dahulu
Langkah konfigurasi:
- Masuk ke menu IP → Addresses
- Tambahkan IP Address pada interface LAN (contoh: ether2)
Contoh konfigurasi:
- Address : 192.168.10.1/24
- Interface : ether2
Penjelasan:
- IP ini berfungsi sebagai gateway
- Menjadi identitas router di jaringan LAN
- Tanpa IP Address, router tidak dapat berkomunikasi dengan client
Kalimat sederhana untuk murid:
Jika router tidak punya IP, maka router tidak bisa melayani perangkat lain.
---
2. IP → DHCP Server
Router kini dapat memberikan IP kepada client
Setelah IP Address tersedia, lakukan:
- Masuk ke IP → DHCP Server
- Pilih DHCP Setup
- Pilih interface LAN (ether2)
- Klik Next hingga proses selesai
Secara otomatis MikroTik akan membuat:
- IP Pool
- DHCP Network
- Gateway
- DNS
Catatan penting:
- DHCP tidak membuat jaringan
- DHCP menggunakan jaringan yang sudah ada
Kalimat kunci:
DHCP Server bekerja di atas IP Address, bukan sebaliknya.
---
3. Client Mendapatkan IP
Bukti konfigurasi berhasil
Langkah verifikasi:
- Hubungkan PC, laptop, atau smartphone
- Client mendapatkan IP 192.168.10.x
- Gateway menunjuk ke 192.168.10.1
- Client dapat melakukan ping ke router
- Client dapat mengakses internet (jika NAT telah dikonfigurasi)
Tahap ini penting karena:
- Murid melihat hasil nyata
- Konsep teori berubah menjadi pengalaman praktik
---
Mengapa Tidak Langsung DHCP Terlebih Dahulu?
Kesalahan umum pemula:
- Menjalankan DHCP Setup terlebih dahulu
- Baru menambahkan IP Address secara manual setelahnya
Alasannya:
- MikroTik tidak menebak IP gateway
- RouterOS mengharuskan administrator memahami apa yang sedang dibuat
Ini bukan kelemahan MikroTik, melainkan keunggulan desain RouterOS.
---
Urutan Emas untuk Pembelajaran
Disarankan untuk dituliskan di papan tulis sebelum praktik:
IP → Addresses Router needs an IP first IP → DHCP Server Now router can give IP to clients Client gets IP Proof it works
Urutan ini:
- Logis
- Tenang
- Mudah diikuti
- Sangat cocok untuk pemula
---
Penutup
Sebagai pengajar maupun praktisi:
- Kita sering memahami hasil akhir
- Namun murid membutuhkan alur sebab–akibat yang jelas
Dengan urutan konfigurasi yang benar:
- Penjelasan menjadi rapi
- Murid lebih cepat memahami konsep
- Proses belajar lebih tenang
- Guru tidak perlu panik
Sering kali, bukan ilmunya yang salah, melainkan cara menyusunnya.